TEMPO.CO, Jakarta: Seorang dokter di Solok, Sumatera Barat, bernama Fiera Lovita, menjadi korban persekusi setelah ia mengunggah status di media sosial Facebook. Dalam konferensi pers Koalisi Anti-Persekusi di Jakarta, Kamis pekan lalu, Fiera memberikan kesaksian kronologi kejadian persekusi oleh sekelompok anggota Front Pembela Islam atau FPI. Fiera mem-posting status di akun Facebook miliknya pada 19 Mei lalu, yang berisi pendapatnya tentang chat mesum yang diduga dilakukan pimpinan sebuah ormas. Dalam postingan tersebut Fiera tidak menyebut nama.Ibu dua anak itu juga menceritakan bahwa kedua anaknya menangis saat Fiera dipersekusi. Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Solok itu juga menuturkan bahwa dirinya sempat dipanggil oleh direktur rumah sakit tempatnya bekerja, dan diminta untuk patuh terhadap tuntutan FPI agar masalah lekas selesai. Jurnalis Video: Imam SukamtoEditor: Ngarto Februana