TEMPO.CO, Tangerang: Isak tangis keluarga terus mewarnai kepergian Banu Rusman untuk dimakamkan di kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis 12 Oktober 2017. Kerabat dan tetangga pun mulai berdatangan ke rumah duka yang berada di jalan kavling RT 003 RW 004 nomor 19, Serpong, Tangerang Selatan.

 

Banu Rusman merupakan suporter Persita Tangerang yang tewas akibat kerusuhan antar suporter sepak bola di Lapangan Pakan Sari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Kerusuhan tersebut berawal saat tim Persita Tangerang mengalami kekalahan atas pertandingan melawan PSMS Medan.

 

Namun saat pertandingan usai suporter Persita Tangerang tidak terima atas kekalahan yang mengakibatkan tim nya tidak lolos ke perempat final, kerusuhan antar suporter pun terjadi di tengah lapangan hingga berujung anarkis antar suporter.

 

Vauqi Nur Aprilian salah satu saksi mata menceritakan kedua kubu suporter berujung anarkis di lapangan, saat itu dia melihat korban mendapat penganiayaan hingga berujung korban tewas di rumah sakit.

 

Sebelumnya Banu Rusman sempat dirawat secara intensif di Rumah Sakit Cibinong dengan luka di bagian kepala, namun setelah dirawat selama satu hari nyawa korban tidak dapat ditolong dan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya cukup serius.

 

 

 

Video Jurnalis : Marifka Wahyu Hidayat 

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra