TEMPO.CO, Jakarta : Raden Adjeng Kartini memang dikenal sebagai sosok emansipasi wanita Indonesia. Dimana seorang wanita juga punya hak yang sama dengan kaum pria, tapi bukan berarti dengan semangat perubahan yang ia suarakan peran wanita menjadi tidak sesuai dengan kodratnya menjadi istri juga ibu.Dari semangat Kartini itulah, artis Dian Nitami menilai bahwa pandangan terhadap semangat emansipasi yang hingga kini jadi pedoman setiap kaum hawa adalah salah jika wanita tidak butuh peranan pria.Kartini memulai pemikirannya saat bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Disanalah ia belajar bahasa Belanda. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian dirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Tak terlepas dari perjuangannya, Kartini juga menjadi sosok yang menginspirasi istri Anjasmara ini untuk berperan selayaknya wanita, menjadi istri dan ibu yang baik bagi keluarganya bahkan hingga kini masih eksis berkarier.Video Journalist : RYAN MAULANAEditor/Narator : DWI OKTAVIANE