Jumat, 25 Mei 2018

TEMPO.CO, Jakarta-PT Astra Internasional Indonesia Tbk menandatangani perjanjian kerja sama dengan perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi online, Go-Jek. Astra mengucurkan modal sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun di perusahaan start up unicorn asal Indonesia ini.

Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan perseroan sebenarnya telah mengamati bisnis Go-Jek sejak perusahaan ini muncul pertama kali. Menurut Prijono, ada keterkaitan Go-jek dengan Astra, Astra menguasai 56 persen pangsa pasar kendaraan roda empat dan 75 persen pangsa pasar sepeda motor di Indonesia.

CEO dan Founder Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan investasi ini merupakan salah satu yang terbesar untuk Go-Jek. Kendati begitu, dia enggan menyebutkan berapa persen kucuran dana dari Astra ini dari keseluruhan investasi yang diterima Go-Jek.

Sebelumnya memang telah beredar kabar bahwa Astra tergabung dalam konsorsium beranggotakan puluhan investor yang menyuntikkan dana sebesar US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 20 triliun) kepada perusahaan penyedia transportasi berbasis aplikasi online ini. Astra dikabarkan mengucurkan US$ 150-170 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun ke Go-Jek.

 

 

Jurnalis Video: Budiarti Utami Putri
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra