TEMPO.CO, Semarang - Kepolisian Republik Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Federal Australia berkomiten memerangi eksploitasi seksual terhadap anak lintas negara. Komitmen kerja sama tersebut dilakukan di kantor the Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) kompleks Akademi Kepolisian, Semarang. Kerja sama ini bentuk kekhawatiran maraknya kejahatan wisata seks anak melalui jaringan online di Indonesia dan Australia.

Asisten Komisioner Kepolisian Federal Australia (AFP), Debbie Platz, penyebab meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak akibat kemajuan teknologi internet dan kurangnya perhatian orangtua terhadap anak. Ini yang digunakan pemangsa untuk menjaring korban usia anak anak.

Debbie Platz mengungkapkan kerja sama Australia dan Idonesia sangat dibutuhkan untuk memerangi kejahatan seksual ini. Saat ini predator pemangsa anak beralih ke dalam jaringan online. Mereka memanfaatkan teknologi internet untuk menarik perhatian korban sehigga korban mau melakukan apa pun.

Sementara itu, Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan untuk mengantisipasi predator kekerasan terhadap seksual anak, Polri menjajaki program gatged ramah anak. Hanphone ini dijual untuk anak-anak dengan konten khusus untuk anak anak. Langkah ini untuk membatasi anak anak masuk dalam jaringan predator.

Jurnalis Video: Budi Purwanto
Editor: Ngarto Februana