Selasa, 23 Oktober 2018

Kebijakan pelarangan mahasiswi menggunakan cadar di lingkungan UIN Sunan Kalijaga, Sleman oleh pihak rektorat, mendapat kritik keras Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Sunan Kalijaga. Mereka menilai, pernyataan tersebut dirasa berlebihan, pasalnya secara konstitusi siapapun tidak memiliki hak untuk melarang perempuan mengenakan cadar.

 

Presiden BEM UIN Sunan Kalijaga, Romli mengatakan, pihaknya merasa keberatan dengan pernyataan terkait hal tersebut, Romli juga merasa cadar bukanlah persoalan yang membahayakan bagi kampus.

 

Meski begitu, sehubungan dengan pemahaman anti kebangsaan, ekstremisme, radikalisme, maupun intoleran, Romli sepakat dengan adanya pembinaan dan pendataan namun tidak hanya dilakukan bagi mahasiswi saja melainkan juga mahasiswa agar tidak ada diskriminasi.

 

Pernyataan rektoran dan ancaman pengeluaran bagi mahasiswi bercadar pun membuat keresahan dan rasa takut. Salah satu mahasiswi bercadar, Umi Nur Khasanah, mengaku pihak rektorat dinilai terlalu cepat menyimpulkan bahwa bercadar selalu terindikasi paham radikal.

 

Dari data yang ada, terdapat 42 mahasiswi UIN Sunan Kalijaga yang diketahui menggunakan cadar. Pihak BEM kampus sendiri juga akan terus mengawal kebijakan yang menimbulkan pro kontra tersebut.

 

Jurnalis video: Hand Wahyu

Editor/Narator: Ryan Maulana