Rabu, 20 Juni 2018

Menyambut hari raya Nyepi atau Tahun Baru Saka 1940, belasan ogoh-ogoh dengan bermacam karakter diarak di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, Sabtu Sore. Dalam kirab budaya tersebut, diikuti 25 kelompok peserta yang mampu menarik antusias ribuan warga yang tampak memadati rute kirab.

 

Koordinator acara I Nyoman Santyawan mengatakan, selain diikuti lebih banyak para pemuda, kegiatan pada tahun ini mengusung tema "Dengan pawai budaya kita tingkatkan kerukunan dan persaudaraan sejati."

 

Sementara itu, salah satu peserta kirab, Desa Putu Setianka, merasa senang dan sangat mengapresiasi, keunikan acara kali ini sendiri para peserta juga beragam, tidak hanya dari mahasiswa Hindu Dharma, namun juga melibatkan kelompok masyarakat lintas agama.

 

Selain menarik perhatian wisatawan lokal, kegiatan ini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara, seperti Melle,wisatawan asal London ini baru pertama kali menikmati hal tersebut, dan merasa senang, takjub serta sangat menikmati pertunjukan tersebut.

 

Rencananya setelah diarak, ogoh-ogoh akan dikembalikan ke pura satu hari sebelum Nyepi dan pada 16 Maret 2018, ogoh-ogoh tersebut akan kembali diarak di sekitar pura lalu dibakar sebagai simbol menghilangkan sifat-sifat yang tidak baik.?

 

Jurnalis video: Hand Wahyu

Editor/Narator: Ryan Maulana