Selasa, 23 Oktober 2018

TEMPO.CO, Sorong - Hettie Geenen, 56 tahun, satu dari sedikit kapten kapal perempuan, sudah berlayar sejak berumur 14 tahun. Tinggal di bagian Selatan Netherlands, jauh dari perairan, awalnya dia tidak terlalu suka berlayar, tak punya anggota keluarga atau teman pelaut. Namun setelah terjun ke pelayaran, Hettie jatuh cinta sebagai pelaut. 

“Saya memiliki pekerjaan terbaik di dunia sebagai kapten kapal di Greenpeace. Saya tidak tahu dari mana saya dapat rasa cinta untuk berlayar,” ujarnya di Kapal Rainbow Warrior, saat kapal Greenpeace itu berlabuh di perairan Sorong, Papua Barat, Senin 19 Maret 2018.

Setelah sekolah berlayar, Hettie sempat jadi instruktur berlayar, kapten kapal turis. Setelah 12 tahun sebagai kapten kapal turis, Hettie bergabung dengan Greenpeace, 1999. Hettie menjadi chief mate ketiga untuk Rainbow Warrior, saat melakukan Tur Asia untuk isu bebas racun.

“Sekarang saya melakukan sesuatu dengan tujuan, untuk lingkungan. Saya rasa itu sangat beruntung,” katanya. “Saya sudah berlayar seumur hidup saya dan sekarang saya berlayar dengan Rainbow Warrior. Saya pikir saya punya pekerjaan terbaik di dunia.”

Hettie juga pernah menjadi kapten untuk tiga kapal Greenpeace: Rainbow Warrior, kapal besar Esperanza, dan kapal untuk di es, Arctic Sunrise. Dia merasa paling nyaman dengan Rainbow Warrior.

Jurnalis Video: Astari Pinasthika Sarosa
Editor: Farah Chaerunniza