Korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berunjuk rasa menolak rencana pembentukan Dewan Kerukunan Nasional di depan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Agustus 2018. Pengunjuk rasa mengaku sebagai korban pelanggaran HAM, dituduh anggota Partai Komunis Indonesia, dan keluarga korban tragedi 1998.

Dewan Kerukunan Nasional, yang kini masih Tim Gabungan Terpadu Penyelesaian Pelanggaran HAM, dinilai negara paling cocok menyelesaikan pelanggaran HAM berat masa lalu. Namun pendemo menginginkan adanya mekanisme peradilan. Sebab, menurut mereka, tanpa peradilan, pelaku tidak akan dicap bersalah dan bisa bebas melenggang. Hal itu dinilai mirip zaman sebelum reformasi, yaitu Orde Baru.

Aksi dilakukan di depan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta Pusat. Pengunjuk rasa menyebut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto diduga sebagai pelaku pelanggaran HAM berat 1998.

Jurnalis Video: Maria Fransisca Lahur
Editor: Ngarto Februana