Empat hari sebelum Novel Baswedan diserang, terjadi perusakan barang bukti buku merah di ruang kolaborasi lantai 9 gedung KPK. Perusakan tersebut dilakukan oleh dua penyidik KPK dari kepolisian yakni Harun dan Roland Ronaldy. 

Aksi keduanya itu terekam CCTV. Dalam rekaman CCTV terlihat sejumlah gerak-gerik yang mencurigakan. Selain Harun dan Roland, ada penyidik KPK lain yang juga terekam CCTV itu. Mereka adalah Rufriyanto Maulana Yusuf, Hendry Susanto Sianipar, Ardian Rahayudi dan Mujiharja.

Rekaman CCTV ini adalah bukti baru perusakan buku merah yang didapat IndonesiaLeaks pada pertengah tahun ini. Kasus perusakan buku merah ini sampai sekarang tidak pernah dibongkar.