Ular kobra berkepala dua tersesat ke Desa Ekarukhi dan menyebabkan keributan di daerah itu karena menjadi pusat perhatian. Penduduk desa memberi susu dan menolak untuk menyerahkannya kepada pejabat hutan karena mereka mengaitkannya dengan mitologi. 

Para ahli percaya bahwa kedua kepala ini bisa merupakan hasil dari pembelahan embrio yang tidak lengkap atau faktor lingkungan yang tidak menguntungkan.

"Naja Kaouthia", nama ilmiah kobra, ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara. Reptil berbisa biasanya ditemukan di sawah, rawa, padang rumput, dan hutan di antara tempat-tempat lain. 

Video: ANI via Reuters
Narasi: Reuters
Editor: Ngarto Februana