TEMPO.CO, Garut : Usaha petani teh yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha (KSU) Putera Mekar, di Kampung Cisaat, Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat kini membuahkan hasil. Meski dikelola oleh petani, namun kualitas produksi tidak kalah dengan teh dari pabrik ternama. Bahkan untuk mempromosikan teh asal Garut ini, Koperasi diminta untuk memenuhi kebutuhan teh di lingkungan Kementrian Perdagangan selama satu tahun.Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pun menyambut baik usaha petani yang meningkatkan kualitas produksinya, usai meresmikan pabrik Teh Iroet yang didampingi Bupati Garut Rudy Gunawan. Kebutuhan teh di pasar domestik maupun mancanegara mengalami peningkatan. Kebutuhan teh di dalam negeri mencapai US$ 1 miliar. Jumlah itu termasuk impor sebesar US$ 30 juta atau sekitar Rp 300 miliar per tahun dari sejumlah negara. Sedangkan untuk ekspor teh mencapai US$ 140-150 juta/tahun. Pasar ekspor teh Indonesia saat ini telah merambah beberapa negara diantaranya Rusia, Inggris dan Malaysia, permintaan juga mulai datang dari Jepang dan China.Videografer : SIGIT ZULMUNIREditor : DWI OKTAVIANE