TEMPO.CO, Serang: Sejumlah anggota tim Inafis Polda Metro Jaya dan Densus 88 Mabes Polri, pada Kamis malam kemarin, kembali menggeledah rumah pelaku pengeboman Mal Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Banten, yakni Leopard Wisnu Kumara di Kompleks Perumahan Banten Indah Permai, Blok C9, Nomor 2, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten.Penggeledahan disaksikan Ketua RT setempat, Maryono, yang ikut masuk ke dalam rumah pelaku. Sejumlah petugas menyisir setiap sudut ruangan rumah pelaku, penyisiran dilakukan hingga ke bagian belakang rumah.Penggeledahan dilakukan untuk mencari sisa barang bukti yang tertinggal guna melengkapi kepentingan penyidikan. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan selama dua jam lebih, tim Inafis Densus 88 dengan dibantu sejumlah penyidik dari Satuan Reskrim Polres Serang mengangkut sisa barang bukti dari dalam rumah pelaku, dua paket kantong plastik, dan satu buah dus.Tidak ada keterangan resmi dari tim penyidik. Namun dari informasi yang didapat dari ketua RT setempat, barang bukti yang dibawa tim Inafis Polda Metro Jaya dan Densus 88 adalah jaket hitam pelaku, kemeja putih milik pelaku, dan dokumen pribadi pelaku seperti surat tanda lahir dan bukan perangkat elektronik, bahan peledak dan cairan berbahaya. Sementara itu, pasca penggerebekan, Kamis siang, rumah pelaku, dijaga ketat oleh kepolisian dari jajaran Polres Serang, Banten, hingga situasi kondusif. Garis polisi juga masih terpasang melingkar di pagar rumah pelaku. Penjagaan dilakukan kepolisian untuk kepentingan keamanan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Rumah yang diketahui sudah ditinggali oleh pelaku bersama istri dan anaknya ini juga menjadi tontonan warga sekitar yang ingin menyaksikan langsung kondisi rumah tersebut pasca digeregebek tim Densus 88 Anti-teror.Warga tak menyangka bahwa rumah tersebut dijadikan pelaku untuk merakit bom berdaya ledak tinggi. Maryono ketua Rukun Tetangga setempat mengatakan pelaku yang berprofesi sebagai ahli teknologi informasi ini berkepribadian tertutup, jarang bersosialisasii, tidak pernah menghadiri rapat kepengurusan RT hingga pulang satu minggu sekali. Sifat pelaku berbeda dengan istrinya yang sering bersosialisasi dengan tetangga sekitar.Jurnalis Video: Darma WijayaEditor dan Narator: Ngarto Februana