TEMPO.CO, Jakarta: Malam-malam di Pasar Enjo adalah malam penuh warna. Pasar pisang di kawasan Pisangan, Jatinegara, Jakarta Timur, ini seperti tak pernah tidur. Setiap malam mulai pukul 23.00 WIB, para penari Sanggar Sekar Munggaran menggelar pertunjukan tari jaipong. Dengan kostum penari Sunda, mereka menarik minat para lelaki untuk menari bersama untuk nyambung hidup. Para lelaki yang datang pun dapat merequest lagu sesuai keinginannya sambil memberikan uang saweran pada penari-penari yang berlengak-lengkok dihadapannya, lalu dalam semalaam penari mampu mengantongi 300 ribu berkah usahanya membius para penonton. Ya dengan cara beginilah, Sanggar Sekar Munggaran yang terdiri dari sedikitnya 13 sinden dan penari jaipong, serta 4 orang pemain musik, mencari rejeki. Sungguh mempihatinkan. Sebuah kesenian tradisional, terpaksa dipertontonkan dengan teramat sederhana. Sanggar Sekar Munggaran tetap menampilkan pertunjukan tari Sunda dengan kostum yang menggambarkan asli Sunda. Karena dengan cara seperti ini, kesenian tari jaipong tetap bertahan lebih dari 15 tahun.Jurnalis Video: Lazyra Amadea HidayatEditor/Narator: Ridian Eka Saputra