TEMPO.CO, Serang: Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengutuk keras aksi penyerangan ke penduduk Rohingya di negara Myanmar. Banyak Anak-anak yang tak berdosa menjadi korban kekerasan etnis di Myanmar.Ditemui dalam lauching caffe bubble yang di selenggarakan Yayasan Anak Banten Mandiri, Minggu siang, di Kota Serang, Banten. Seto Mulyadi hadir sebagai tamu undangan yang dihadiri juga oleh Wakil Wali Kota Serang Sulhi Choir.Dalam lawatannya ke Provinsi Banten Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengaku prihatin atas terjadinya penyerangan ke warga minoritas Rohingya di negara Myanmar.Dalam kesempatan itu Kak Seto juga meminta agar pemerintah Indonesia terus melakukan pertemuan bilateral dan diplomasi terkait isu tersebut. KPAI mendukung pertemuan diplomatik Indonesia dan Myanmar untuk mendapatkan titik temu menyetop isu sara yang ada di negara tersebut.Jiwa dan psikologis anak-anak Rohingya juga harus diperhatikan, karena dalam situasi seperti ini, anak-anak menjadi stres dan bisa mengalami gangguan jiwa. Selain itu Komnas Perlindungan Anak Indonesia mendesak pemerintah untuk melakukan pertemuan dengan PBB agar secepatnya bisa menghentikan pertikaian ini.Jurnalis video: Darma WijayaEditor/Narator: Ryan Maulana