TEMPO.CO, Cilegon - Satuan Reskrim Polres Cilegon dibantu Anggota Polda Banten meringkus peneror kereta api Jurusan Merak–Rangkas Bitung, No KA 649 di Stasiun Cilegon. Pelaku berinisial A-W, 30 tahun, buruh pabrik warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, . Pelaku ditangkap di rumahnya saat santap sahur pada Sabtu pagi. Pelaku diringkus setelah polisi menelusuri nomor handphone yang digunakan pelaku untuk mengirimkan SMS berisi teror bom.

Kepada polisi, A-W mengaku iseng kirim SMS ke kondektur Rasidi, kereta api lokal ekonomi KA 649 Merak-Rangkasbitung. SMS berisi teror: "Selamat siang, kereta api ini telah dipasangi bom dan akan diledakkan. Tunggu saja."
A-W mengaku dendam dan sakit hati terhadap kondektur tersebut karena telah memarahi pelaku lantaran menumpang kereta api tidak memiliki tiket.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, teror bom yang mengancam akan meledakkan kereta api yang dilakukan A-W tidak ada motif lain selain motif sakit hati pelaku terhadap salah seorang kondektur kereta api.
Pelaku dijerat Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Jurnalis Video: Darma Wijaya
Editor: Ngarto Februana

Simak juga:

Ini Isi SMS Ancaman Bom di Kereta Merak Rangkas