TEMPO.CO, Jakarta: Masih tampak kokoh sebuah gedung bersejarah yang berada di jalan Dr. Abdul Rahman Saleh No. 26 Jakarta Pusat. Bangunan yang dulunya merupakan ex-Stovia yaitu sekolah kedokteran untuk bumi putra, dibangun pada tahun 1899 dan resmi dipakai untuk pendidikan Stovia pada tahun 1902.Sejak tahun 1925 hingga 1973 gedung ini sering beralih fungsi sejalan dengan peristiwa pada masa itu. Hingga pada 20 Mei 1974 diresmikan oleh presiden soeharto menjadi gedung kebangkitan Nasional. Dan Mulai tahun 1984 Gedung Kebangkitan Nasional berubah nama menjadi Museum Kebangkitan Nasional.Sesaat masuk ke dalam Museum Kebangkitan Nasional, pengunjung akan ditawarkan dua pilihan koleksi. Koleksi pertama berupa berbagai hal yang menyangkut dengan pendidikan Stovia, kita bisa melihat ruang dosen Stovia, koleksi peralatan kedokteran, ruang pendidikan Stovia, dan asrama Stovia.Koleksi kedua yang berada di sisi kiri pintu masuk berupa ruang sebelum pergerakan, ruang awal kesadaran nasional, dan ruang pergerakan nasional.Jika kita perhatikan tata koleksi di Museum Kebangkitan Nasional terdapat banyak perubahan yang terjadi. Revitalisasi museum yang dibiayai oleh pemerintah pusat dilakukan bertahap pada tahun 2012 dan 2013. Ruangan yang nyaman, ber-ac, tata koleksi yang disusun secara menarik dengan keterangan yang jelas membuat pengunjung mudah memahami dan mempelajari koleksi yang ditampilkan di Museum Kebangkitan Nasional.Videografer & Editor : Denny SugihartoNarator : Dwi Oktaviane