TEMPO.CO, Jakarta: Patrialis Akbar, salah satu Hakim di Mahkamah Konstitusi ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan pada rabu 25 januari 2017. Dalam penangkapan tersebut, diduga Patrialis sudah menerima suap untuk ketiga kalinya. Suap tersebut diduga terkait pengurusan perkara judicial Review (uji materi) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 disahkan saat harga sapi melonjak. Kala itu, presiden memutuskan bahwa Indonesia boleh mengimpor sapi dari wilayah atau zona di India meski negara tersebut belum bersih dari penyakit kuku dan mulut. Harapannya, gelontoran daging sapi yang murah dari India bisa menekan harga daging.Penyuapnya adalah Basuki Hariman, pemilik PT Sumber Laut Perkasa dengan usaha impor daging. Basuki menuding bulog telah melakukan kartel karena menguasai pasar daging sapi. Ia pun mendorong agar uji materi ini dikabulkan agar bulog tidak bisa mengimpor daging sapi dari India.Basuki pernah diperiksa dalam kasus mafia daging beberapa tahun sebelumnya. Namun, pada saat itu ia berhasil lolos.Tim Majalah TempoEditor: Ridian Eka Saputra