Senin, 24 September 2018

Diduga terkena Virus Difteri sebanyak delapan orang, yakni Serly Nur Isnaini 16 tahun, Arti Saidi 42 tahun, Tety Yuniarsih 37 tahun, Risky Nurul Firdaus 6 tahun, Ables Hermansyah 28 tahun, Halimatussadiyah 17 tahun, Kayla Almeera Rahman 8 tahun dan Ikhsan Ghandhi Dwi Putra 10 tahun masih menjalani perawatan khusus di Ruang Isolasi Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang, Banten.

 

Dua dari delapan pasien masih menjalani perawatan yang datang sejak bulan November, namun enam pasien sudah membaik dan rencananya dalam waktu dekat akan kembali ke rumah. Para pasien masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan sekitar satu bulan lebih, karena gangguan pernafasan sehingga korban mengalami demam tinggi.

 

Virus Difteri sendiri disebabkan kuman Corynebacterium diptheriae yang menyerang faring, laring atau tonsil. Penderita biasanya mengalami gejala seperti demam lebih dari 38 derajat celsius, munculnya pseudomembran di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan dan tak mudah lepas serta mudah berdarah.

 

Gejala lainnya, sakit waktu menelan, serta leher membengkak seperti leher sapi (bullneck,) akibat pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Selain itu terjadi pula sesak nafas disertai suara mendengkur.

 

Jurnalis video: Marifka Wahyu Hidayat
Editor/Narator: Ryan Maulana