TEMPO.CO, Yogyakarta - Polemik terkait mahasiswi bercadar di lingkungan kampus, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta juga berencana untuk mendata mahasiswinya yang mengenakan cadar. Walau demikian, pihak rektorat kampus UAD Yogyakarta tidak akan mengeluarkan kebijakan yang melarang mahasiswinya bercadar.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Kasiyarno, mengatakan akan mendata mahasiswi yang mengenakan cadar di lingkungan kampus. Kampus UAD Yogyakarta sendiri sudah mempunyai tata tertib mengenai hal tersebut yakni ketika ada mahasiswi berpakaian syari yang tidak sesuai dengan Muhammadiyah maka pihak kampus akan melakukan identifikasi lebih lanjut.

Kasiyarno mengatakan, pihak rektorat berencana mengumpulkan mahasiswi bercadar dan mengajak berdialog tentang ajaran Islam, pemahaman syari sesuai dengan Muhammadiyah. Setelah berdialog, pihak kampus akan membiarkan mereka dan tidak akan memaksa ataupun melarang mahasiswinya mengenakan cadar.

Kebijakan larangan menggunakan cadar justru hanya diterapkan kepada mahasiswi calon guru yang mengambil ilmu pendidikan. Mereka dilarang bercadar namun hanya pada saat ketika menjalani praktik lapangan mengajar. Hal tersebut dilakukan agar praktik mereka tidak terhambat, pasalnya menjadi guru harus jelas artikulasinya saat mengajar.

Jurnalis Video: Hand Wahyu
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra